Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 33. Zina Seorang Hamba Perempuan yang masih Lajang



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الْأَمَةِ إِذَا زَنَتْ وَلَمْ تُحْصَنْ قَالَ إِنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَبِيعُوهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ لَا أَدْرِي فِي الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ وَالضَّفِيرُ الْحَبْلُ

4469. Dari Abu Hurairah RA dan Zaid bin Khalid Al Jahmi RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hukuman bagi seorang hamba sahaya perempuan lajang yang berzina. Beliau bersabda, "Jika ia benar-benar telah berzina, maka cambuklah ia. Kemudian jika ia berzina lagi, maka cambuklah ia. Dan jika ia berzina lagi, maka cambuklah ia. Lalu jika ia kembali berzina, maka juallah ia walau seharga seutas tali.' Ibnu Syihab dalam riwayatnya menyebutkan, "Aku tidak tahu apakah beliau mengatakannya saat ketiga atau keempat kalinya." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا زَنَتْ أَمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَحُدَّهَا وَلَا يُعَيِّرْهَا ثَلَاثَ مِرَارٍ فَإِنْ عَادَتْ فِي الرَّابِعَةِ فَلْيَجْلِدْهَا وَلْيَبِعْهَا بِضَفِيرٍ أَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعْرٍ

4470. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika seorang hamba perempuan yang lajang berzina, maka laksanakanlah hukum hudud kepadanya. Dan jangan kamu mencacinya (beliau mengatakannya tiga kali). Dan jika ia kembali melakukan untuk keempat kalinya, maka cambuklah ia dan juallah ia walau seharga seutas tali atau seharga seutas tali yang terbuat dari sehelai rambut. "Shahih: Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِي كُلِّ مَرَّةٍ فَلْيَضْرِبْهَا كِتَابُ اللَّهِ وَلَا يُثَرِّبْ عَلَيْهَا وَقَالَ فِي الرَّابِعَةِ فَإِنْ عَادَتْ فَلْيَضْرِبْهَا كِتَابُ اللَّهِ ثُمَّ لِيَبِعْهَا وَلَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعْرٍ

4471. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW...(dengan menyebutkan hadits yang sama) beliau mengatakan setiap kali menyebutkan zina perempuan hamba sahaya yang lajang, "...maka hukumlah ia dengan hukuman yang telah ditetapkan Allah di dalam AI Qur'an. Dan jangan mencacinya." Lalu beliau mengatakan saat keempat kalinya, "Jika ia masih mengulangi perbuatannya, maka hukumlah ia dengan hukuman yang telah ditetapkan Allah di dalam Al Qur'an. Kemudian juallah ia walau seharga seutas tali yang terbuat dari sehelai rambut." Shahih dengan hadits sebelumnya.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 32. Seorang Lelaki yang Mendekati Seorang Perempuan Tanpa Menyetubuhinya, Kemudian Bertaubat Sebelum Kasusnya Diputuskan oleh Pengguasa (Hakim)


قَالَ عَبْدُ اللَّهِ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي عَالَجْتُ امْرَأَةً مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ فَأَصَبْتُ مِنْهَا مَا دُونَ أَنْ أَمَسَّهَا فَأَنَا هَذَا فَأَقِمْ عَلَيَّ مَا شِئْتَ فَقَالَ عُمَرُ قَدْ سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْكَ لَوْ سَتَرْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ فَأَتْبَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا فَدَعَاهُ فَتَلَا عَلَيْهِ { وَأَقِمْ الصَّلَاةَ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَهُ خَاصَّةً أَمْ لِلنَّاسِ كَافَّةً فَقَالَ لِلنَّاسِ كَافَّةً

4468. Dari Abdullah, ia berkata, "Seorang lelaki datang kepada Nabi SAW dan berkata, 'Aku telah menggoda seorang wanita yang datang dari pinggiran kota Madinah, lalu aku mencumbuinya tanpa menyetubuhinya. Kini aku ada di hadapanmu, maka hukumlah aku sekehendak hatimu.' Umar menimpali, 'Allah telah menutupi dirimu jika kamu menutupi dirimu sendiri.' Mendengar itu Nabi SAW tidak mengomentari apa-apa. Maka pergilah lelaki itu dan Nabi SAW mengikutinya, lalu beliau memanggilnya dan membacakan kepadanya firman Allah SWT, 'Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orangyang ingat.' (Qs. Huud [11]: 114) Kemudian seorang lelaki dari kaum muslimin berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah hanya lelaki ini yang mendapatkan kekhususan itu ataukah itu berlaku bagi semua orang?' Beliau menjawab, 'Untuk semua orang'. "Hasan Shahih: Muslim.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 31. Apabila Seorang Lelaki Mengaku Telah Berzina dan sang Perempuan Tidak Mengakuinya



عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا أَتَاهُ فَأَقَرَّ عِنْدَهُ أَنَّهُ زَنَى بِامْرَأَةٍ سَمَّاهَا لَهُ فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَرْأَةِ فَسَأَلَهَا عَنْ ذَلِكَ فَأَنْكَرَتْ أَنْ تَكُونَ زَنَتْ فَجَلَدَهُ الْحَدَّ وَتَرَكَهَا

4466. Dari Sahl bin Sa'd, dari Nabi SAW, bahwa seorang lelaki telah mendatangi Rasulullah dan mengaku telah berzina dengan seorang perempuan yang ia sebutkan namanya kepada beliau. Maka beliau mengutus seseorang untuk menemui wanita tersebut dan menanyakan kepadanya tentang kebenaran pengaduan lelaki tersebut. Wanita itu pun mengingkari bahwa ia telah berzina. Maka Rasulullah mencambuk lelaki itu dan membiarkan wanita tersebut. Shahih: Telah disebutkan pada hadits no. 4437.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 30. Orang yang Menyetubuhi Binatang


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَتَى بَهِيمَةً فَاقْتُلُوهُ وَاقْتُلُوهَا مَعَهُ قَالَ قُلْتُ لَهُ مَا شَأْنُ الْبَهِيمَةِ قَالَ مَا أُرَاهُ قَالَ ذَلِكَ إِلَّا أَنَّهُ كَرِهَ أَنْ يُؤْكَلَ لَحْمُهَا وَقَدْ عُمِلَ بِهَا ذَلِكَ الْعَمَلُ

4464. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa menyetubuhi binatang, maka bunuhlah ia bersama binatang itu.' Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Mengapa binatang itu harus dibunuh juga?' Aku melihat beliau mengatakan bahwa ini disyariatkan karena beliau tidak suka jika daging binatang yang telah disetubuhi oleh seseorang itu dimakan." Hasan Shahih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَيْسَ عَلَى الَّذِي يَأْتِي الْبَهِيمَةَ حَدٌّ

4465. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Tidak ada hukuman hudud (rajam dan cambuk) bagi orang yang menyetubuhi binatang." Hasan: Al Irwa" (8/12-13).

قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَذَا قَالَ عَطَاءٌ و قَالَ الْحَكَمُ أَرَى أَنْ يُجْلَدَ وَلَا يُبْلَغَ بِهِ الْحَدَّ و قَالَ الْحَسَنُ هُوَ بِمَنْزِلَةِ الزَّانِي

Abu Daud berkata, "Begitu juga pendapat 'Atha' Hakim berkata, "Menurutku, pelakunya harus diberi hukuman cambuk terlebih dahulu, tetapi tanpa melebihi batas cambukan dalam hukum hudud." Al Hasan berkata, "Hukuman bagi orang yang menyetubuhi binatang sama dengan hukuman bagi pelaku zina."

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 29. Orang yang Melakukan Perbuatan Kaum Luth AS (Homoseks dan Lesbian)



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

4462. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang kalian dapati tengah melakukan perbuatan yang biasa dilakukan oleh kaum nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan objeknya'." Hasan Shahih: Al Misykah (3575), Al Irwa' (2348), Ta'liq Ar-Raghib (3/199)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي الْبِكْرِ يُؤْخَذُ عَلَى اللُّوطِيَّةِ قَالَ يُرْجَمُ

4463. Dari Ibnu Abbas RA, ia meriwayatkan tentang hukum yang layak diberikan kepada seorang perawan yang melakukan perbuatan wanita kaum nabi Luth (lesbian). Maka ia berkata, "Diganjar hukuman rajam." Shahih sanadnya: Hadits mauquf.

28 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 27. Seorang Lelaki yang Berzina dengan Mahramnya



عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ بَيْنَا أَنَا أَطُوفُ عَلَى إِبِلٍ لِي ضَلَّتْ إِذْ أَقْبَلَ رَكْبٌ أَوْ فَوَارِسُ مَعَهُمْ لِوَاءٌ فَجَعَلَ الْأَعْرَابُ يَطِيفُونَ بِي لِمَنْزِلَتِي مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَتَوْا قُبَّةً فَاسْتَخْرَجُوا مِنْهَا رَجُلًا فَضَرَبُوا عُنُقَهُ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَذَكَرُوا أَنَّهُ أَعْرَسَ بِامْرَأَةِ أَبِيهِ

4456. Dari Al Barra' bin 'Azib, ia berkata, "Ketika aku tengah berkeliling mencari seekor untaku yang tersesat, tiba-tiba aku berpapasan dengan sekelompok penunggang kuda atau pasukan infantri (penunggang kuda perang) yang tengah membawa bendera. Orang-orang itu mengajakku turut pergi bersama mereka lantaran kedekatan dengan Nabi SAW. Lalu orang-orang itu bergegas mendatangi sebuah rumah kubah dan mengeluarkan paksa seorang lelaki yang kemudian langsung mereka tebas lehemya. Maka aku bertanya alasan tindakan mereka tersebut. Lantas mereka mengatakan bahwa lelaki itu telah menikahi istri bapaknya (pernikahan ala Jahiliah dan pelakunya dianggap sebagai murtad). Shahih: Al Irwa (8/121).

عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْبَرَاءِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ لَقِيتُ عَمِّي وَمَعَهُ رَايَةٌ فَقُلْتُ لَهُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى رَجُلٍ نَكَحَ امْرَأَةَ أَبِيهِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَضْرِبَ عُنُقَهُ وَآخُذَ مَالَهُ

4457. Dari Al Barra ia berkata, "Aku pernah bertemu dengan pamanku yang tengah bersama sekelompok pasukan perang, lalu aku berkata kepadanya, 'Hendak ke mana (Paman) pergi?' Pamanku menjawab, 'Rasulullah telah mengutusku untuk menemui seorang lelaki yang telah menikahi istri ayahnya, dan beliau memerintahku untuk memenggal kepalanya (membunuhnya) dan merampas hartanya'." Shahih.