عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ أَنَّ
عَبْدًا سَرَقَ وَدِيًّا مِنْ حَائِطِ رَجُلٍ فَغَرَسَهُ فِي حَائِطِ
سَيِّدِهِ فَخَرَجَ صَاحِبُ الْوَدِيِّ يَلْتَمِسُ وَدِيَّهُ فَوَجَدَهُ
فَاسْتَعْدَى عَلَى الْعَبْدِ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ وَهُوَ أَمِيرُ
الْمَدِينَةِ يَوْمَئِذٍ فَسَجَنَ مَرْوَانُ الْعَبْدَ وَأَرَادَ قَطْعَ
يَدِهِ فَانْطَلَقَ سَيِّدُ الْعَبْدِ إِلَى رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ
فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا
كَثَرٍ فَقَالَ الرَّجُلُ إِنَّ مَرْوَانَ أَخَذَ غُلَامِي وَهُوَ يُرِيدُ
قَطْعَ يَدِهِ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ تَمْشِيَ مَعِي إِلَيْهِ فَتُخْبِرَهُ
بِالَّذِي سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَمَشَى مَعَهُ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ حَتَّى أَتَى مَرْوَانَ
بْنَ الْحَكَمِ فَقَالَ لَهُ رَافِعٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا قَطْعَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ
فَأَمَرَ مَرْوَانُ بِالْعَبْدِ فَأُرْسِلَ قَالَ أَبُو دَاوُد الْكَثَرُ الْجُمَّارُ
4388.
Dari Muhammad bin Yahya bin Habban, bahwa seorang hamba sahaya telah
mencuri sebuah pohon kurma kecil dari kebun seorang lelaki, kemudian ia
menanamnya di kebun majikannya. Lelaki pemilik pohon kurma itu
mencari-cari pohon miliknya yang hilang, kemudian ia mendapatkannya
(berada di tangan hamba sahaya itu). Lelaki tersebut membawa hamba
sahaya itu kepada Marwan bin Hakam (gubernur Madinah saat itu), maka
Marwan memenjarakan hamba sahaya tersebut dan hendak memotong tangannya.
Lalu majikan si hamba sahaya itu mengadukan kasus ini kepada Rafi' bin
Khadij dan menanyakan keputusan hukumnya. Rafi' lalu memberitahukan
bahwa ia telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hukuman potong tangan (sekalipun dalam kasus pencurian) atas sebuah biji kurma ataupun mayang kurma. " Si
majikan itu berkata, "Marwan bin Hakam telah memenjarakannya dan ia
hendak memotong tangannya, dan aku ingin sekali mengajakmu menemui
Marwan agar kamu dapat memberitahukan ucapan yang pernah kamu dengar
dari Rasulullah SAW tadi." Maka si majikan itu pergi bersama Rafi', dan
ketika menemui Marwan, Rafi' berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah
SAW bersabda, "Tidak
ada hukuman potong tangan (sekalipun dalam kasus pencurian) atas sebuah
biji kurma ataupun mayang kurma. "(Setelah mendengar hal itu) maka
Marwan melepaskan hamba sahaya tersebut. Abu Daud berkata, "Mayang kurma
adalah suatu bagian dari inti pohon kurma yang dapat dimakan (biasanya
bentuknya lembut)." Shahih.
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ
الثَّمَرِ الْمُعَلَّقِ فَقَالَ مَنْ أَصَابَ بِفِيهِ مِنْ ذِي حَاجَةٍ
غَيْرَ مُتَّخِذٍ خُبْنَةً فَلَا شَيْءَ عَلَيْهِ وَمَنْ خَرَجَ بِشَيْءٍ
مِنْهُ فَعَلَيْهِ غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَالْعُقُوبَةُ وَمَنْ سَرَقَ
مِنْهُ شَيْئًا بَعْدَ أَنْ يُؤْوِيَهُ الْجَرِينُ فَبَلَغَ ثَمَنَ
الْمِجَنِّ فَعَلَيْهِ الْقَطْعُ وَمَنْ سَرَقَ دُونَ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ
غَرَامَةُ مِثْلَيْهِ وَالْعُقُوبَةُ قَالَ أَبُو دَاوُد الْجَرِينُ الْجُوخَانُ
4390.
Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau
pernah ditanya tentang hukum buah kurma yang masih menggantung di pohon,
beliau bersabda,
"Barangsiapa yang memakan sesuatu (dari buah kurma yang masih
menggantung) sesuai kebutuhannya tanpa mengantongi satu pun, maka tidak
mengapa baginya (ia tidak akan dihukum apapun). Dan barangsiapa yang
sempat membawa pergi sesuatu darinya, maka ia harus membayar denda
seharga dua kali lipat barang yang diambilnya dan dikenai hukuman. Dan
barangsiapa yang mencuri kurma yang masih menggantung setelah
dikumpulkan mencapai nilai seharga tameng perang, maka ia akan
mendapatkan hukuman potong tangan. Dan barangsiapa mencuri kurma yang
kurang dari jumlah tersebut, maka ia harus membayar denda dua kali lipat
harga barang yang dicurinya dan didera dengan hukuman. " Shahih: Ibnu Majah (2596).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar