عَطِيَّةُ الْقُرَظِيُّ قَالَ كُنْتُ
مِنْ سَبْيِ بَنِي قُرَيْظَةَ فَكَانُوا يَنْظُرُونَ فَمَنْ أَنْبَتَ
الشَّعْرَ قُتِلَ وَمَنْ لَمْ يُنْبِتْ لَمْ يُقْتَلْ فَكُنْتُ فِيمَنْ
لَمْ يُنْبِتْ
4404.
Dari Athiyyah Al Qurazhi, ia berkata, "Aku adalah salah satu tawanan
perang Bani Quraidzah, mereka mengamati barangsiapa yang telah tumbuh
bulu kemaluannya maka akan dibunuh, dan barangsiapa yang belum tumbuh
bulu kemaluannya maka tidak akan dibunuh. Dan aku termasuk dari golongan
yang (saat itu) belum tumbuh (bulu kemaluannya)." Shahih.
بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَكَشَفُوا عَانَتِي فَوَجَدُوهَا لَمْ تَنْبُتْ فَجَعَلُونِي مِنْ السَّبْيِ
4405. Dari Athiyyah Al Qurazhi... dengan hadits yang sama, ia berkata,
"Maka mereka (Bani Quraizhah) membuka kemaluanku dan mendapatinya belum
tumbuh (rambut), maka mereka menjadikanku sebagai tawanan perang." Shahih: Lihat hadits sebelumnya.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَضَهُ يَوْمَ أُحُدٍ
وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ سَنَةً فَلَمْ يُجِزْهُ وَعَرَضَهُ يَوْمَ
الْخَنْدَقِ وَهُوَ ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً فَأَجَازَهُ
4406.
Dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi SAW telah memeriksanya saat terjadinya
perang Uhud (saat ia berumur empat belas tahu) dan beliau tidak
mengizinkannya untuk turut berperang melawan kaum Musyrikin. Beliau juga
pernah memeriksanya ketika terjadinya perang Khandak (saat usianya lima
belas tahun), maka beliau mengijinkannya untuk turut berperang. Shahih: Muttafaq 'Alaih. Telah disebutkan dalam hadits terdahulu (2957).
عَنْ
عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ نَافِعٌ حَدَّثْتُ بِهَذَا
الْحَدِيثِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ إِنَّ هَذَا الْحَدُّ
بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ
4407.
Dari Ubaidillah bin Umar, ia berkata, "Nafi' berkata, 'Aku telah
menyampaikan hadits ini kepada Umar bin Abdul Aziz, maka kemudian ia
berkata, 'Sesungguhnya usia lima belas tahun ini adalah batasan antara
masa kecil dan besar (dewasa)'." Shahih: Muttafaq 'Alaih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar