أَخْبَرَهُ بَعْضُ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَّهُ
اشْتَكَى رَجُلٌ مِنْهُمْ حَتَّى أُضْنِيَ فَعَادَ جِلْدَةً عَلَى عَظْمٍ
فَدَخَلَتْ عَلَيْهِ جَارِيَةٌ لِبَعْضِهِمْ فَهَشَّ لَهَا فَوَقَعَ
عَلَيْهَا فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ رِجَالُ قَوْمِهِ يَعُودُونَهُ
أَخْبَرَهُمْ بِذَلِكَ وَقَالَ اسْتَفْتُوا لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنِّي قَدْ وَقَعْتُ عَلَى جَارِيَةٍ
دَخَلَتْ عَلَيَّ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالُوا مَا رَأَيْنَا بِأَحَدٍ مِنْ النَّاسِ مِنْ
الضُّرِّ مِثْلَ الَّذِي هُوَ بِهِ لَوْ حَمَلْنَاهُ إِلَيْكَ
لَتَفَسَّخَتْ عِظَامُهُ مَا هُوَ إِلَّا جِلْدٌ عَلَى عَظْمٍ فَأَمَرَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْخُذُوا لَهُ
مِائَةَ شِمْرَاخٍ فَيَضْرِبُوهُ بِهَا ضَرْبَةً وَاحِدَةً
4472.
Dari beberapa orang Sahabat Rasulullah SAW dari kalangan Anshar, bahwa
seorang lelaki diantara mereka telah terserang penyakit hingga sangat
parah dan tubuhnya hanya tinggal kulit dan tulang saja. Lalu datanglah
seorang perempuan dari golongan mereka, kemudian lelaki itu berleha-leha
dengannya hingga ia pun menyetubuhi perempuan itu. Ketika beberapa
lelaki dari kaumnya datang menjenguknya, ia memberitahu mereka dengan
kejadian itu (bahwa ia telah berzina), lantas ia berkata, "Mintalah
fatwa kepada Rasulullah tentang diriku bahwa aku telah berzina dengan
seorang perempuan yang mendatangiku." (Beberapa orang menemui
Rasulullah) dan berkata kepada beliau, "Tidak ada seorang pun yang kami
dapati lebih parah mengalami penyakit seperti yang dialami lelaki itu,
dan jika kami memaksa membopongnya kemari (ke hadapan engkau), pastilah
tulangnya akan hancur berantakan, sungguh ia kini tinggal kulit dan
tulang saja!" Maka Rasulullah memerintahkan mereka untuk mengambil
seratus biji adas (fennel) dan melempari lelaki itu dengan satu kali lemparan sekaligus." Shahih.
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ فَجَرَتْ
جَارِيَةٌ لِآلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالَ يَا عَلِيُّ انْطَلِقْ فَأَقِمْ عَلَيْهَا الْحَدَّ فَانْطَلَقْتُ
فَإِذَا بِهَا دَمٌ يَسِيلُ لَمْ يَنْقَطِعْ فَأَتَيْتُهُ فَقَالَ يَا
عَلِيُّ أَفَرَغْتَ قُلْتُ أَتَيْتُهَا وَدَمُهَا يَسِيلُ فَقَالَ دَعْهَا
حَتَّى يَنْقَطِعَ دَمُهَا ثُمَّ أَقِمْ عَلَيْهَا الْحَدَّ وَأَقِيمُوا
الْحُدُودَ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَقَالَ فِيهِ قَالَ لَا
تَضْرِبْهَا حَتَّى تَضَعَ وَالْأَوَّلُ أَصَحُّ
4473. Dari Ali bin Abu Thalib RA, ia berkata,
"Seorang hamba perempuan dari kalangan keluarga Rasulullah telah
berzina, maka beliau berseru, 'Wahai Ali, pergilah dan hukumlah
perempuan itu dengan hudud!' Maka aku segera bergegas pergi, namun
ternyata kulihat wanita itu tengah nifas (usai melahirkan) dan darahnya
masih mengalir. Maka aku pun segera mendatangi Rasulullah dan beliau
bertanya, 'Wahai Ali, apakah kamu sudah melaksanakannya?' Aku menjawab,
'Aku telah mendatanginya dan ternyata wanita itu tengah nifas (usai
melahirkan) dan darahnya masih mengalir." Maka Rasulullah
bersabda, Kalau begitu) biarkan perempuan itu hingga ia menyelesaikan
masa nifasnya, setelah itu laksanakanlah hukuman hudud kepadanya. Dan
(wahai manusia sekalian) berlakukanlah juga hukuman hudud kepada para
hamba sahaya (orang yang terikat janji) kalian'." Dalam redaksi lain disebutkan, Rasulullah bersabda, "...janganlah kau hukum ia hingga selesai (dari nifasnya)." Shahih: Ash-Shahihah (2499): Muslim, tanpa redaksi, "aqiimul huduuda..." Al Irwa" (2325).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar