عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
امْرَأَةً خَرَجَتْ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ تُرِيدُ الصَّلَاةَ فَتَلَقَّاهَا رَجُلٌ فَتَجَلَّلَهَا فَقَضَى
حَاجَتَهُ مِنْهَا فَصَاحَتْ وَانْطَلَقَ فَمَرَّ عَلَيْهَا رَجُلٌ
فَقَالَتْ إِنَّ ذَاكَ فَعَلَ بِي كَذَا وَكَذَا وَمَرَّتْ عِصَابَةٌ مِنْ
الْمُهَاجِرِينَ فَقَالَتْ إِنَّ ذَلِكَ الرَّجُلَ فَعَلَ بِي كَذَا
وَكَذَا فَانْطَلَقُوا فَأَخَذُوا الرَّجُلَ الَّذِي ظَنَّتْ أَنَّهُ
وَقَعَ عَلَيْهَا فَأَتَوْهَا بِهِ فَقَالَتْ نَعَمْ هُوَ هَذَا فَأَتَوْا
بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَمَرَ بِهِ
قَامَ صَاحِبُهَا الَّذِي وَقَعَ عَلَيْهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
أَنَا صَاحِبُهَا فَقَالَ لَهَا اذْهَبِي فَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكِ
وَقَالَ لِلرَّجُلِ قَوْلًا حَسَنًا قَالَ
أَبُو دَاوُد يَعْنِي الرَّجُلَ الْمَأْخُوذَ وَقَالَ لِلرَّجُلِ الَّذِي
وَقَعَ عَلَيْهَا ارْجُمُوهُ فَقَالَ لَقَدْ تَابَ تَوْبَةً لَوْ تَابَهَا
أَهْلُ الْمَدِينَةِ لَقُبِلَ مِنْهُمْ
4379.
Dari Wa'il bin Hujr, bahwa pada zaman Nabi SAW seorang wanita pernah
keluar rumah sendirian hendak melaksanakan shalat, kemudian ia bertemu
dengan seorang lelaki yang memaksanya untuk berhubungan intim, dan
lelaki itupun memperkosanya. Dan setelah puas, ia pun kabur pergi
sedangkan wanita itu berteriak. Lalu lewatlah seorang lelaki dan
menghampiri wanita itu, lalu wanita itu berkata, "Lelaki itu telah
memperlakukan demikian, demikian kepadaku." Pada saat yang bersamaan
sekelompok kaum Muhajirin lewat dan wanita itu berkata, "Lelaki itu
telah melakukanku begini begitu." Maka mereka segera bertindak dan
menangkap lelaki yang dikira wanita tersebut sebagai pelaku yang telah
memperkosanya. Lalu orang-orang Muhajirin itu membawa lelaki tertuduh
itu kepada si wanita, dan wanita itu mengiyakan bahwa memang lelaki itu
yang telah melakukannya. Lantas lelaki itu dibawa oleh para Muhajirin
kepada Nabi SAW. Dan ketika ia hendak dihukum, maka pelaku sebenamya
berdiri dan mengaku, "Wahai Rasulullah, akulah pelakunya." Lalu
Rasulullah berkata kepada wanita itu, "Pergilah kamu, Allah telah mengampunimu (karena kesalahanmu ini). " Lalu
Nabi SAW berkata kepada lelaki itu dengan ucapan yang baik. Abu Daud
berkata, "Maksudnya, Nabi SAW berkata kepada lelaki yang salah tangkap
tersebut (dengan ucapan yang baik)." Rasulullah berkata untuk pelakunya,
"Rajamlah ia!" Dan beliau bersabda, "'Lelaki ini telah
sungguh-sungguh bertaubat, kalau saja taubat itu dilakukan oleh semua
penduduk Madinah, niscaya taubat mereka diterima." Hasan: tanpa kalimat, "Hukumlah ia!" Dan yang sebenamya terjadi adalah bahwa lelaki itu tidak didera dengan hukum rajam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar