عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ
عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَام أَحْرَقَ نَاسًا ارْتَدُّوا عَنْ
الْإِسْلَامِ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَمْ أَكُنْ
لِأُحْرِقَهُمْ بِالنَّارِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَكُنْتُ قَاتِلَهُمْ
بِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَدَّلَ
دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ
وَيْحَ ابْنِ عَبَّاسٍ
4351.
Dari 'Ikrimah, bahwa Ali RA pernah membakar orang-orang yang murtad
(keluar) dari Islam. Berita itu kemudian sampai kepada Ibnu Abbas RA,
maka ia berkata, "Aku tidak akan membakar mereka (orang-orang yang
murtad) dengan api, (karena) sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda,
'Janganlah kalian menyiksa (manusia) dengan adzab Allah.' Aku hanya membunuh mereka (dengan alasan yang dibolehkan oleh) sabda Rasulullah SAW. Beliau pernah bersabda, 'Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah ia'. " Hal itu kemudian disampaikan kepada Ali RA, maka ia berkata, "Aku tidak setuju dengan ibnu Abbas." Shahih: Al Bukhari.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ دَمُ
رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ
اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ الثَّيِّبُ الزَّانِي وَالنَّفْسُ
بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
4352. Dari Abdullah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak
halal darah (tidak halal dibunuh) seorang muslim yang telah bersaksi
bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah (kalimat
syahadat) kecuali karena tiga hal: orang yang telah menikah kemudian
berzina (muhsan), orang yang membunuh orang lain, dan orang yang
meninggalkan agamanya (murtad) memisahkan diri dari jama 'ah (Islam)'. "Shahih: Muttafaq 'Alaih
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ دَمُ
امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ رَجُلٌ زَنَى بَعْدَ
إِحْصَانٍ فَإِنَّهُ يُرْجَمُ وَرَجُلٌ خَرَجَ مُحَارِبًا لِلَّهِ
وَرَسُولِهِ فَإِنَّهُ يُقْتَلُ أَوْ يُصْلَبُ أَوْ يُنْفَى مِنْ الْأَرْضِ
أَوْ يَقْتُلُ نَفْسًا فَيُقْتَلُ بِهَا
4353. Dari Aisyah RA, ia berkata,
"Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak halal darah seorang muslim yang telah
bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan
Allah, kecuali karena salah satu dari tiga perkara berikut: seseorang
yang berzina setelah pernah menikah (muhsan), maka ia dirajam; seseorang
yang memerangi Allah dan rasul-Nya (kaum muslimin), maka ia dibunuh,
disalib atau dimusnahkan dari muka bumi, atau orang yang membunuh
seseorang, maka ia dibunuh karena perbuatannya tersebut."Shahih: Muslim.
قَالَ أَبُو مُوسَى أَقْبَلْتُ
إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعِي رَجُلَانِ
مِنْ الْأَشْعَرِيِّينَ أَحَدُهُمَا عَنْ يَمِينِي وَالْآخَرُ عَنْ
يَسَارِي فَكِلَاهُمَا سَأَلَ الْعَمَلَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاكِتٌ فَقَالَ مَا تَقُولُ يَا أَبَا مُوسَى أَوْ يَا
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْتُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا
أَطْلَعَانِي عَلَى مَا فِي أَنْفُسِهِمَا وَمَا شَعَرْتُ أَنَّهُمَا
يَطْلُبَانِ الْعَمَلَ وَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى سِوَاكِهِ تَحْتَ
شَفَتِهِ قَلَصَتْ قَالَ لَنْ نَسْتَعْمِلَ أَوْ لَا نَسْتَعْمِلُ عَلَى
عَمَلِنَا مَنْ أَرَادَهُ وَلَكِنْ اذْهَبْ أَنْتَ يَا أَبَا مُوسَى أَوْ
يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ فَبَعَثَهُ عَلَى الْيَمَنِ ثُمَّ
أَتْبَعَهُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَ فَلَمَّا قَدِمَ عَلَيْهِ مُعَاذٌ
قَالَ انْزِلْ وَأَلْقَى لَهُ وِسَادَةً وَإِذَا رَجُلٌ عِنْدَهُ مُوثَقٌ
قَالَ مَا هَذَا قَالَ هَذَا كَانَ يَهُودِيًّا فَأَسْلَمَ ثُمَّ رَاجَعَ
دِينَهُ دِينَ السُّوءِ قَالَ لَا أَجْلِسُ حَتَّى يُقْتَلَ قَضَاءُ
اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ اجْلِسْ نَعَمْ قَالَ لَا أَجْلِسُ حَتَّى
يُقْتَلَ قَضَاءُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَأَمَرَ بِهِ
فَقُتِلَ ثُمَّ تَذَاكَرَا قِيَامَ اللَّيْلِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا مُعَاذُ
بْنُ جَبَلٍ أَمَّا أَنَا فَأَنَامُ وَأَقُومُ أَوْ أَقُومُ وَأَنَامُ
وَأَرْجُو فِي نَوْمَتِي مَا أَرْجُو فِي قَوْمَتِي
4354.
Dari Abu Musa, ia berkata, "Aku pernah menghadap kepada Nabi SAW dan
bersama dua lelaki dari kalangan Asy'ariyyin, seorang di antaranya
berada di sisi kananku, dan seorang lagi berada di sini kiriku, mereka
berdua menanyakan (kepada Rasulullah) tentang lowongan pekerjaan, dan
Nabi SAW hanya terdiam (tidak merespon), kemudian beliau bersabda, 'Mengapa engkau tidak berkata-kata, wahai Abu Musa (Abdullah bin Qayis)? ' Aku
menjawab, 'Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak
bermaksud seperti mereka berdua, dan aku tidak melihat tanda-tanda bahwa
mereka berdua bermaksud ingin mencari pekerjaan, aku seakan melihat
siwak beliau yang berada di bawah bibir beliau telah menyusut.' Kemudian
Rasululah bersabda, 'Kami tidak akan mempekerjakan orang yang
(menghendakinya) memintanya dalam pekerjaan kami. (Tetapi) pergilah
kamu, wahai Abu Musa (wahai Abdullah bin Qayis)'. " Kemudian
Rasulullah mengutus Abu Musa ke Yaman yang diikuti oleh Mu'adz bin
Jabal. Ketika Muadz datang, Abu Musa berkata, "Turankan sini!" Kemudian
disiapkan baginya sebuah bantal sandaran, lalu terlihat ada seorang
lelaki yang tengah terikat, maka Mu'adz bertanya, "Apa ini?" Abu Musa
menjawab, "Ini adalah seorang Yahudi yang pernah memeluk Islam kemudian
ia kembali ke agama asalnya yang buruk." Mu'adz berkata, "Aku tidak akan
duduk sebelum ia dibunuh berdasarkan ketetapan Allah dan Rasul-Nya (ia
mengatakan itu tiga kali)." Maka kemudian Abu Musa memerintahkan hukuman
tersebut dan lelaki Yahudi itu pun dibunuh. Kemudian ketika mereka
berdua (Abu Musa dan Mu'adz) melakukan zikir bersama saat shalat malam,
maka salah satu di antara keduanya (Muadz bin Jabal) berkata, "Aku tidur
dan bangun -atau bangun dan tidur-, dan aku berharap agar tidurku -akan
memberi berkah seperti yang aku harap pahalanya- dari saat terjaga."Shahih: Muttafaq 'Alaih
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَدِمَ
عَلَيَّ مُعَاذٌ وَأَنَا بِالْيَمَنِ وَرَجُلٌ كَانَ يَهُودِيًّا
فَأَسْلَمَ فَارْتَدَّ عَنْ الْإِسْلَامِ فَلَمَّا قَدِمَ مُعَاذٌ قَالَ
لَا أَنْزِلُ عَنْ دَابَّتِي حَتَّى يُقْتَلَ فَقُتِلَ قَالَ أَحَدُهُمَا
وَكَانَ قَدْ اسْتُتِيبَ قَبْلَ ذَلِكَ
4355. Dari Abu Musa, ia berkata,
"Ketika aku di Yaman, Mu'adz pernah datang menemuiku. Saat itu ada
seorang lelaki Yahudi yang memeluk islam, kemudian ia murtad (keluar)
lagi dari Islam. Ketika Muadz tiba, ia lantas berkata, "Aku tidak akan
turun dari hewan tungganganku sampai ia (lelaki Yahudi) itu dibunuh!"
Maka lelaki itu pun dibunuh. Kemudian salah seorang dari mereka (Abu
Musa dan Mu'adz) berkata, "Lelaki itu sebenarnya telah bertaubat
sebelumnya." Shahih: Al Irwa (8/125)
عَنْ
أَبِي بُرْدَةَ بِهَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ فَأُتِيَ أَبُو مُوسَى بِرَجُلٍ
قَدْ ارْتَدَّ عَنْ الْإِسْلَامِ فَدَعَاهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً أَوْ
قَرِيبًا مِنْهَا فَجَاءَ مُعَاذٌ فَدَعَاهُ فَأَبَى فَضَرَبَ عُنُقَهُ
4356.
Dari Abu Burdah... (menyebutkan) dengan kisah yang sama. Ia berkata,
"Kemudian Abu Musa didatangkan dengan seorang lelaki yang telah murtad
dari Islam, maka Abu Musa membujuknya untuk kembali kepada Islam selama
dua puluh malam -atau sekitar itu-. Hingga kemudian Mu'adz datang dan
meminta lelaki itu untuk kembali kepada Islam, namun lelaki tersebut
tetap menolaknya, maka Mu'adz pun memenggal kepalanya. Shahih sanad-nya
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ يَكْتُبُ لِرَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَزَلَّهُ الشَّيْطَانُ فَلَحِقَ
بِالْكُفَّارِ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَنْ يُقْتَلَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَاسْتَجَارَ لَهُ عُثْمَانُ
بْنُ عَفَّانَ فَأَجَارَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
4358. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata,
"Abdullah bin Sa'd bin Abu Sarh pernah melakukan sebuah perjanjian
kepada Rasulullah SAW, namun kemudian ia ditergelincirkan oleh syetan
dan ia terjebak dalam kekafiran. Maka Rasulullah memerintahkannya untuk
dibunuh saat terjadinya hari penaklukkan kota Makkah (fathu makkah).
Lalu Utsman bin Affan memberi jaminan keselamatan dan perlindungan
(suaka) kepadanya (Abdullah bin Sa'd), dan Rasulullah mengabulkan
permohonan tersebut." Hasan sanad-nya.
عَنْ سَعْدٍ قَالَ لَمَّا
كَانَ يَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ اخْتَبَأَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ
أَبِي سَرْحٍ عِنْدَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَجَاءَ بِهِ حَتَّى
أَوْقَفَهُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ
يَا رَسُولَ اللَّهِ بَايِعْ عَبْدَ اللَّهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَنَظَرَ
إِلَيْهِ ثَلَاثًا كُلُّ ذَلِكَ يَأْبَى فَبَايَعَهُ بَعْدَ ثَلَاثٍ ثُمَّ
أَقْبَلَ عَلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ أَمَا كَانَ فِيكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ
يَقُومُ إِلَى هَذَا حَيْثُ رَآنِي كَفَفْتُ يَدِي عَنْ بَيْعَتِهِ
فَيَقْتُلُهُ فَقَالُوا مَا نَدْرِي يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا فِي نَفْسِكَ
أَلَّا أَوْمَأْتَ إِلَيْنَا بِعَيْنِكَ قَالَ إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي
لِنَبِيٍّ أَنْ تَكُونَ لَهُ خَائِنَةُ الْأَعْيُنِ
4359. Dari Sa'd, ia berkata,
"Ketika hari penaklukkan kota Makkah, Abdullah bin Sa'd bin Abu Sarh
datang bersembunyi (meminta perlindungan) kepada Utsman bin Affan RA,
dan Utsman mengabulkannya kemudian ia menghadap Nabi SAW seraya berkata,
'Wahai Rasulullah, bai'atlah ia (Abdullah).' Kemudian Rasulullah
menengadahkan kepalanya dan memandang Abdullah tiga kali. Itu bertanda
keengganan (penolakan) Rasulullah untuk membai'atnya. Namun kemudian
beliau membai'atnya setelah tiga kali beliau menolaknya. Kemudian beliau
menemui para sahabatnya dan bersabda, 'Jika kalian dihadapkan dengan
seorang yang mulia seperti ini (Abdullah) yang aku lihat kemudian aku
ambil bai 'atnya, apakah ia layak untuk dibunuh?'Para sahabat beliau
menjawab, 'Kami tidak tahu, wahai Rasulullah. Terserah padamu saja.
Bukankah kami sudah cukup berpegang dengan isyarat yang engkau berikan
dengan matamu?' Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya tidaklah layak bagi
seorang nabi untuk melakukan khianat dengan matanya'. "Shahih: Muslim. Hadits ini telah disebutkan pada hadits no. 2683.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar