عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ
قَوْمًا مِنْ عُكْلٍ أَوْ قَالَ مِنْ عُرَيْنَةَ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ
فَأَمَرَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِلِقَاحٍ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا
فَانْطَلَقُوا فَلَمَّا صَحُّوا قَتَلُوا رَاعِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ فَبَلَغَ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَرُهُمْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ
فَأَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آثَارِهِمْ
فَمَا ارْتَفَعَ النَّهَارُ حَتَّى جِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ بِهِمْ
فَقُطِعَتْ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ وَسُمِرَ أَعْيُنُهُمْ وَأُلْقُوا
فِي الْحَرَّةِ يَسْتَسْقُونَ فَلَا يُسْقَوْنَ قَالَ أَبُو قِلَابَةَ فَهَؤُلَاءِ قَوْمٌ سَرَقُوا وَقَتَلُوا وَكَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَحَارَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ
4364.
Dari Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa sebuah kaum dari 'Ukl —atau
dia menyebutkan: kaum 'Urainah— pernah datang menemui Rasulullah SAW,
namun kemudian mereka sakit karena tidak cocok dengan cuaca kota
Madinah, lalu Rasulullah memerintahkan untuk mengobati mereka dengan
memberi unta hamil yang siap melahirkan. Beliau memerintahkan mereka
untuk minum air seni dan susunya, lalu mereka pun melakukannya. Setelah
mereka sembuh, mereka malah membunuh pengembala Rasulullah SAW dan
menjual unta curiannya. Berita itu akhirnya sampai kepada Rasulullah SAW
pada pagi harinya, lalu beliau mengutus seseorang (algojo) untuk
menghukum mereka. Dan ketika menjelang siang hari, utusan itu pun datang
dan menghukum mereka. Tangan dan kaki mereka dipotong serta mata mereka
dicukil dengan paku yang dipanaskan, kemudian mereka dijemur di tengah
terik matahari. Kemudian mereka dilemparkan di harrah (hamparan padang
bebatuan hitam yang sangat panas di Madinah, mereka mengeluh kehausan
dan meminta air namun mereka tidak diberi minum. Abu Qilabah berkata,
"Mereka (kaum itu) telah mencuri, membunuh dan kufur setelah sebelumnya
beriman, mereka juga memerangi Allah dan Rasul-nya." Shahih: Muttafaq 'Alaih
بِإِسْنَادِهِ
بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِيهِ فَأَمَرَ بِمَسَامِيرَ فَأُحْمِيَتْ
فَكَحَلَهُمْ وَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَمَا حَسَمَهُمْ
4365. Dari Anas bin Malik RA dengan menyebutkan hadits yang sama, disebutkan tambahan redaksi:
Maka kemudian utusan (algojo) Rasulullah itu memerintahkan untuk
mengambil beberapa paku lalu memanaskannya dengan api kemudian
disayatkan ke tubuh mereka (kaum itu), tangan dan kaki mereka dipotong,
tetapi tidak memotongnya secara keseluruhan (hingga lepas). Shahih: Muttafaq Alaih
عَنْ
أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِيهِ فَبَعَثَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَلَبِهِمْ قَافَةً
فَأُتِيَ بِهِمْ قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي ذَلِكَ { إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا } الْآيَةَ
4366. Dari Anas bin Malik RA dengan menyebutkan hadits yang sama, disebutkan tambahan redaksi:
Maka kemudian Rasulullah mengutus seorang algojo untuk menghukum
mereka. Lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya pembalasan
terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat
kerusakan..." (Qs. Al Maa idah [5]: 33) Shahih: Muttafaq 'Alaih
عَنْ
أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ذَكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ أَنَسٌ فَلَقَدْ
رَأَيْتُ أَحَدَهُمْ يَكْدِمُ الْأَرْضَ بِفِيهِ عَطَشًا حَتَّى مَاتُوا
4367. Dari Anas bin Malik RA dengan menyebutkan hadits yang sama, disebutkan tambahan redaksi:
Anas berkata, "Aku melihat salah seorang dari mereka (kaum itu) yang
menjilat-jilat tanah dengan mulutnya karena kehausan, hingga mati." Shahih: Muttafaq 'Alaih
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ نَحْوَهُ زَادَ ثُمَّ نَهَى عَنْ الْمُثْلَةِ وَلَمْ يَذْكُرْ مِنْ خِلَافٍ
4368. Dari Anas bin Malik RA dengan menyebutkan hadits serupa, dan menambahkan:
Kemudian Rasulullah melarang dilakukannya mutilasi (memotong-motong
tubuh manusia -mayat ataupun yang masih hidup).Namun dalam hadits ini
tidak disebutkan kata: dengan bertimbal balik. Shahih
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ
نَاسًا أَغَارُوا عَلَى إِبِلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَاسْتَاقُوهَا وَارْتَدُّوا عَنْ الْإِسْلَامِ وَقَتَلُوا
رَاعِيَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنًا
فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ فَأُخِذُوا فَقَطَّعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ
وَسَمَلَ أَعْيُنَهُمْ قَالَ وَنَزَلَتْ فِيهِمْ آيَةُ الْمُحَارَبَةِ وَهُمْ الَّذِينَ أَخْبَرَ عَنْهُمْ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ الْحَجَّاجَ حِينَ سَأَلَهُ
4369. Dari Ibnu Umar RA,
bahwa ada beberapa orang yang secara kejam menyerang unta milik
Rasulullah lalu menjual unta hasil curiannya tersebut, kemudian mereka
pun murtad dari Islam. Mereka juga membunuh pengembala mukmin anak buah
Rasulullah. Maka Rasulullah segera mengutus (orang-orang) untuk mencari
mereka dan menghukum mereka, dan si algojo memotong tangan dan kaki
mereka (kaum itu) dan mencukil mata mereka dengan besi yang telah
dipanaskan. Maka kemudian turunlah firman Allah tentang Muharabah yang
diberitakan oleh Anas bin Malik kepada Al Hajjaj ketika bertanya
mengenai hal tersebut. Hasan Shahih.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ {
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا
أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا
مِنْ الْأَرْضِ إِلَى قَوْلِهِ غَفُورٌ رَحِيمٌ } نَزَلَتْ
هَذِهِ الْآيَةُ فِي الْمُشْرِكِينَ فَمَنْ تَابَ مِنْهُمْ قَبْلَ أَنْ
يُقْدَرَ عَلَيْهِ لَمْ يَمْنَعْهُ ذَلِكَ أَنْ يُقَامَ فِيهِ الْحَدُّ
الَّذِي أَصَابَهُ
4372. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata,
"Firman Allah, 'Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang
memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi,
hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki
mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat
kediamannya). —hingga firman-Nya— Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Qs.
Al Maa'idah [5]: 33-34) adalah turun berkenaan dengan kondisi kaum
musyrikin. Orang musyrik yang bertaubat sebelum mati, ia tidak dapat
terhindar dari hukuman hudud. " Hasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar