Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 26. Dirajamnya Dua Orang Yahudi


عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الْيَهُودَ جَاءُوا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ أَنَّ رَجُلًا مِنْهُمْ وَامْرَأَةً زَنَيَا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ فِي شَأْنِ الزِّنَا فَقَالُوا نَفْضَحُهُمْ وَيُجْلَدُونَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ كَذَبْتُمْ إِنَّ فِيهَا الرَّجْمَ فَأَتَوْا بِالتَّوْرَاةِ فَنَشَرُوهَا فَجَعَلَ أَحَدُهُمْ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ ثُمَّ جَعَلَ يَقْرَأُ مَا قَبْلَهَا وَمَا بَعْدَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ ارْفَعْ يَدَيْكَ فَرَفَعَهَا فَإِذَا فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَقَالُوا صَدَقَ يَا مُحَمَّدُ فِيهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يَحْنِي عَلَى الْمَرْأَةِ يَقِيهَا الْحِجَارَةَ

4446. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, "Bahwa kaum Yahudi pernah mendatangi Nabi SAW dan menyatakan bahwa seorang lelaki dan seorang wanita dari kalangan mereka telah berzina. Maka Rasulullah bersabda, 'Hukuman apakah yang kalian dapati dalam Taurat tentang hukum zina?' Mereka menjawab, 'Kami membunuh atau mencambuk pelakunya.' Abdullah bin Salam berkata, 'Kalian bohong! Sesungguhnya di dalam Taurat disebutkan adanya hukum rajam. Datangkan kemari Taurat dan kita akan membuktikannya!" Maka kemudian Abdullah bin Salam meraih tangan seorang lelaki dari kalangan Yahudi itu dan menunjuk kepada ayat tentang rajam yang ada dalam Taurat, kemudian ia memerintahkan lelaki itu untuk membaca ayat sebelum dan sesudahnya. Lalu Abdullah bin Salam berkata kepadanya, 'Angkatlah kedua tanganmu.' Maka lelaki itu mengangkat tangannya, dan didapatilah ayat yang menyebutkan tentang hukuman rajam. Maka kemudian kaum Yahudi itu berkata, "Ia (Abdullah bin Salam) benar, wahai Muhammad. Memang ada ayat tentang hukum rajam (di dalam Taurat)." Maka Rasululllah memerintahkan kedua Yahudi (seorang lelaki dan perempuan yang berzina) untuk dirajam. (Abdullah bin Umar berkata,) Aku melihat lelaki itu melindungi wanita itu (dengan mendekapnya) agar tidak terkena lemparan batu." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ مَرُّوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَهُودِيٍّ قَدْ حُمِّمَ وَجْهُهُ وَهُوَ يُطَافُ بِهِ فَنَاشَدَهُمْ مَا حَدُّ الزَّانِي فِي كِتَابِهِمْ قَالَ فَأَحَالُوهُ عَلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ فَنَشَدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا حَدُّ الزَّانِي فِي كِتَابِكُمْ فَقَالَ الرَّجْمُ وَلَكِنْ ظَهَرَ الزِّنَا فِي أَشْرَافِنَا فَكَرِهْنَا أَنْ يُتْرَكَ الشَّرِيفُ وَيُقَامُ عَلَى مَنْ دُونَهُ فَوَضَعْنَا هَذَا عَنَّا فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَوَّلُ مَنْ أَحْيَا مَا أَمَاتُوا مِنْ كِتَابِكَ

4447. Dari Al Barra bin 'Azib, ia berkata, "Orang-orang bergegas menemui Rasulullah SAW dengan membawa seorang lelaki Yahudi yang mukanya telah dilumuri arang hitam, lalu mereka bertanya, 'Apa hukuman bagi pezina yang termaktub dalam kitab suci kalian?' Maka mereka mengalihkan jawab itu kepada salah seorang lelaki di antara mereka. Nabi SAW bertanya kepada lelaki itu, 'Apa hukuman bagi pezina yang termaktub dalam kitab suci kalian?' Lelaki itu menjawab, '(Hukumannya) dirajam. Tetapi kerap terjadi perzinahan di kalangan petinggi kaum kami dan kami enggan menghukumnya (kami tidak menghukum mereka), hukuman ini hanya diberlakukan kepada kalangan selain mereka. Dan hukuman ini (kini) dijatuhkan kepada kami.' Maka kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar pezina itu diganjar hukuman rajam. Seraya bersabda, 'Sungguh, aku adalah orang pertama yang kembali menghidupkan (memunculkan kembali) sesuatu yang telah kalian matikan (tidak kalian terapkan) dari ajaran kitab suci kalian (Taurat)'." Shahih: Muslim.

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ مُرَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَهُودِيٍّ مُحَمَّمٍ مَجْلُودٍ فَدَعَاهُمْ فَقَالَ هَكَذَا تَجِدُونَ حَدَّ الزَّانِي فَقَالُوا نَعَمْ فَدَعَا رَجُلًا مِنْ عُلَمَائِهِمْ قَالَ لَهُ نَشَدْتُكَ بِاللَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى أَهَكَذَا تَجِدُونَ حَدَّ الزَّانِي فِي كِتَابِكُمْ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا وَلَوْلَا أَنَّكَ نَشَدْتَنِي بِهَذَا لَمْ أُخْبِرْكَ نَجِدُ حَدَّ الزَّانِي فِي كِتَابِنَا الرَّجْمَ وَلَكِنَّهُ كَثُرَ فِي أَشْرَافِنَا فَكُنَّا إِذَا أَخَذْنَا الرَّجُلَ الشَّرِيفَ تَرَكْنَاهُ وَإِذَا أَخَذْنَا الرَّجُلَ الضَّعِيفَ أَقَمْنَا عَلَيْهِ الْحَدَّ فَقُلْنَا تَعَالَوْا فَنَجْتَمِعُ عَلَى شَيْءٍ نُقِيمُهُ عَلَى الشَّرِيفِ وَالْوَضِيعِ فَاجْتَمَعْنَا عَلَى التَّحْمِيمِ وَالْجَلْدِ وَتَرَكْنَا الرَّجْمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَوَّلُ مَنْ أَحْيَا أَمْرَكَ إِذْ أَمَاتُوهُ فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ إِلَى قَوْلِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا إِلَى قَوْلِهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمْ الْكَافِرُونَ فِي الْيَهُودِ إِلَى قَوْلِهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمْ الظَّالِمُونَ فِي الْيَهُودِ إِلَى قَوْلِهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمْ الْفَاسِقُونَ } قَالَ هِيَ فِي الْكُفَّارِ كُلُّهَا يَعْنِي هَذِهِ الْآيَةَ

4448. Dari Al Barra' bin 'Adzib, ia berkata, "Dihadapkan kepada Rasulullah seorang lelaki Yahudi dengan kulit wajah yang telah dicoreng dengan arang hitam dan telah dicambuk. Lalu Rasulullah memanggil mereka dan bertanya, 'Beginikah kalian menghukum pezina?' Mereka menjawab, 'Ya.' Maka kemudian beliau memanggil salah seorang cendekia mereka dan berkata kepadanya, 'Aku tanyakan kepadamu dengan nama Tuhan yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apa memang begini kalian mendapati hukuman bagi pezina dalam kitab suci kalian?' Cendekia itu menjawab, 'Tidak. Seandainya engkau tidak mempertanyakan kepada kami tentang kasus hukuman ini tentu kami tidak akan pernah memberitahukannya kepadamu. Kami mendapati (dalam kitab suci kami) hukuman bagi pezina adalah hukum rajam. Tetapi perzinahan justru banyak dilakukan oleh kalangan petinggi (orang-orang biasa) kaum kami, dan ketika kami mendapati pezina dari kalangan petinggi tersebut maka kami akan membiarkannya, namun jika kami mendapati seseorang dari golongan yang lemah melakukannya maka kami akan segera mengganjarnya (dengan hukuman rajam). Lalu kami berembuk untuk mencari sebuah hukuman yang bisa kami jatuhkan kepada pezina baik dari kalangan petinggi kaum ataupun golongan yang lemah, lalu kami sepakat untuk menghukum pelakunya dengan menghitami wajahnya dengan arang dan mencambuknya, lalu kami tinggalkan hukum rajam.' Maka Rasulullah SAW bersabda,' Ya Allah, sungguh aku adalah orang pertama yang menghidupkan kembali perintah-Mu (hukum) tatkala mereka mematikannya (tidak menjalankannya).' Maka kemudian Rasulullah memerintahkannya untuk merajam pezina itu, lalu Allah menurunkan firman-Nya, 'Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah" Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.' 'Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.' 'Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.' 'Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.' (Ayat ini) mengenai orang-orang Yahudi. Dan Kami telah tetapkan mereka di dalamnya (At-Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Ayat ini) mengenai orang-orang Yahudi. 'Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.' 'Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.' (Qs. Al Maa'idah [5]: 41-47) Kemudian Rasulullah bersabda, 'Semua ayat itu (diturunkan) mengenai orang-orang kafir'. "Shahih: Muslim. Lihat hadits sebelumnya.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَتَى نَفَرٌ مِنْ يَهُودٍ فَدَعَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْقُفِّ فَأَتَاهُمْ فِي بَيْتِ الْمِدْرَاسِ فَقَالُوا يَا أَبَا الْقَاسِمِ إِنَّ رَجُلًا مِنَّا زَنَى بِامْرَأَةٍ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ فَوَضَعُوا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِسَادَةً فَجَلَسَ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ بِالتَّوْرَاةِ فَأُتِيَ بِهَا فَنَزَعَ الْوِسَادَةَ مِنْ تَحْتِهِ فَوَضَعَ التَّوْرَاةَ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ آمَنْتُ بِكِ وَبِمَنْ أَنْزَلَكِ ثُمَّ قَالَ ائْتُونِي بِأَعْلَمِكُمْ فَأُتِيَ بِفَتًى شَابٍّ ثُمَّ ذَكَرَ قِصَّةَ الرَّجْمِ نَحْوَ حَدِيثِ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ

4449. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, "Sekumpulan orang Yahudi (berjumlah sekitar tiga hingga sepuluh orang) datang, dan mereka mengundang Rasulullah untuk bertemu di daerah Quff (sebuah daerah dekat kota Madinah). Lalu beliau mendatangi mereka di tempat mereka mengaji. Mereka berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Abu Qasim, sesungguhnya seorang lelaki dari kalangan kami telah berzina dengan seorang wanita, maka berilah mereka hukuman.' Lalu mereka memberi Rasulullah sebuah bantal (untuk diduduki) dan beliau pun duduk di atasnya. Lalu beliau meminta naskah Taurat, dan naskah itu pun diberikan, kemudian beliau menarik bantal yang beliau duduki dan meletakkan Taurat di atasnya seraya bersabda, 'Aku beriman kepadamu (Taurat) dan Tuhan yang telah menurunkanmu.' Kemudian beliau bersabda, 'Datangkanlah kepadaku seseorang yang paling mengerti di antara kalian.' Lalu didatangkanlah seorang pemuda yang terlihat masih muda... (kemudian disebutkan lengkap cerita tentang hukum rajam seperti yang diriwayatkan dari Malik, dari Nafi')." Hasan: Al Irwa (5/94)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ جَاءَتْ الْيَهُودُ بِرَجُلٍ وَامْرَأَةٍ مِنْهُمْ زَنَيَا فَقَالَ ائْتُونِي بِأَعْلَمِ رَجُلَيْنِ مِنْكُمْ فَأَتَوْهُ بِابْنَيْ صُورِيَا فَنَشَدَهُمَا كَيْفَ تَجِدَانِ أَمْرَ هَذَيْنِ فِي التَّوْرَاةِ قَالَا نَجِدُ فِي التَّوْرَاةِ إِذَا شَهِدَ أَرْبَعَةٌ أَنَّهُمْ رَأَوْا ذَكَرَهُ فِي فَرْجِهَا مِثْلَ الْمِيلِ فِي الْمُكْحُلَةِ رُجِمَا قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تَرْجُمُوهُمَا قَالَا ذَهَبَ سُلْطَانُنَا فَكَرِهْنَا الْقَتْلَ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالشُّهُودِ فَجَاءُوا بِأَرْبَعَةٍ فَشَهِدُوا أَنَّهُمْ رَأَوْا ذَكَرَهُ فِي فَرْجِهَا مِثْلَ الْمِيلِ فِي الْمُكْحُلَةِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجْمِهِمَا

4452. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, "Telah datang sekelompok Yahudi dengan membawa seorang lelaki dan perempuan dari kalangan mereka yang telah berzina. Maka Rasulullah berkata, 'Datangkan kepadaku dua orang cendekia dari kalangan kalian.' Maka didatangkanlah dua orang pemuda Suria. Lalu Rasulullah bertanya kepada mereka, 'Apa yang kamu dapatkan tentang hukum bagi kedua orang ini di dalam Taurat?' Mereka berdua menjawab, 'Kami dapatkan dalam Taurat: Jika ada empat orang saksi yang menyatakan telah melihat kemaluan laki-laki (ini benar-benar masuk ke dalam) kemaluan perempuan (ini) layaknya celak di dalam botolnya, maka mereka berdua harus diberlakukan hukum rajam.' Rasulullah bertanya, 'Lantas apa yang membuat kalian tidak merajam mereka berdua?' Dua lelaki cendekia itu menjawab, 'Kekuasaan kami telah hilang, hingga kami tidak berdaya menerapkan hukuman mati.' Lalu Rasulullah memanggil beberapa saksi, maka datanglah empat orang saksi dan menyatakan telah melihat kemaluan laki-laki (ini benar-benar masuk ke dalam) kemaluan perempuan (ini) layaknya celak di dalam botolnya. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk merajam dua orang pezina tersebut. Shahih: Hadits yang mendukung hadits ini telah dipaparkan sebelumnya (3625)

عَنْ إِبْرَاهِيمَ وَالشَّعْبِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ لَمْ يَذْكُرْ فَدَعَا بِالشُّهُودِ فَشَهِدُوا

4453. Dari Ibrahim dan Asy-Sya'bi, dari Nabi SAW... (disebutkan hadits yang sama dengan di atas tanpa redaksi: "Maka Rasulullah memanggil para saksi dan mereka pun bersaksi.") Shahih: Dengan hadits sebelumnya.

جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ رَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ الْيَهُودِ وَامْرَأَةً زَنَيَا

4455. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, "Nabi SAW telah merajam seorang lelaki dan wanita dari kalangan Yahudi yang telah berzina." Shahih: Muslim (5/123)

25 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 24. Dirajamnya Ma'iz bin Malik



حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ نُعَيْمِ بْنِ هَزَّالٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ يَتِيمًا فِي حِجْرِ أَبِي فَأَصَابَ جَارِيَةً مِنْ الْحَيِّ فَقَالَ لَهُ أَبِي ائْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبِرْهُ بِمَا صَنَعْتَ لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ لَكَ وَإِنَّمَا يُرِيدُ بِذَلِكَ رَجَاءَ أَنْ يَكُونَ لَهُ مَخْرَجًا فَأَتَاهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي زَنَيْتُ فَأَقِمْ عَلَيَّ كِتَابَ اللَّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَعَادَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي زَنَيْتُ فَأَقِمْ عَلَيَّ كِتَابَ اللَّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَعَادَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي زَنَيْتُ فَأَقِمْ عَلَيَّ كِتَابَ اللَّهِ حَتَّى قَالَهَا أَرْبَعَ مِرَارٍ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ قَدْ قُلْتَهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ فَبِمَنْ قَالَ بِفُلَانَةٍ فَقَالَ هَلْ ضَاجَعْتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ هَلْ بَاشَرْتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ هَلْ جَامَعْتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَمَرَ بِهِ أَنْ يُرْجَمَ فَأُخْرِجَ بِهِ إِلَى الْحَرَّةِ فَلَمَّا رُجِمَ فَوَجَدَ مَسَّ الْحِجَارَةِ جَزِعَ فَخَرَجَ يَشْتَدُّ فَلَقِيَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُنَيْسٍ وَقَدْ عَجَزَ أَصْحَابُهُ فَنَزَعَ لَهُ بِوَظِيفِ بَعِيرٍ فَرَمَاهُ بِهِ فَقَتَلَهُ ثُمَّ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ هَلَّا تَرَكْتُمُوهُ لَعَلَّهُ أَنْ يَتُوبَ فَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَيْهِ

4419. Dari Nu'man bin Hazzal, ia berkata, "Ma'iz bin Malik telah menjadi yatim sepeninggal ayahku, dulu ia pernah melakukan zina dengan seorang hamba perempuan dari kampung. Maka, ayahku berkata kepadanya, 'Temuilah Rasulullah SAW dan beritahulah beliau tentang apa yang telah kamu perbuat, semoga beliau mengampunimu.' Dengan mengharap akan mendapatkan pengampunan, maka Ma'iz bin Malik pun pergi menemui Rasulullah, kemudian berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berzina. Laksanakanlah hukum yang telah disyariatkan Kitabullah terhadapku.' Tetapi Rasulullah menolaknya, dan Ma'iz bin Malik berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berzina. Laksanakanlah hukum yang telah disyariatkan Kitabullah terhadapku.' Tetapi Rasulullah tetap menolaknya, dan Ma'iz bin Malik berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berzina. Maka laksanakanlah hukum yang telah disyariatkan Kitabullah terhadapku.' Ma'iz bin Malik mengatakannya hingga empat kali, maka kemudian Rasulullah bersabda, 'Kamu telah mengatakannya empat kali, dengan siapa kamu berzina?' Ma'iz menjawab, 'Dengan fulanah.' Rasulullah bertanya, 'Apakah kamu menidurinya?' Ma'iz menjawab, 'Ya.' Rasulullah bertanya lagi, 'Apakah kamu menyentuhnya?" Ma'iz menjawab, 'Ya.' Rasulullah bertanya lagi, 'Apakah kamu menyetubuhinya?" Ma'iz menjawab, 'Ya.' Maka Rasulullah memerintahkan agar Ma'iz dirajam, kemudian Ma'iz pun dibawa ke daerah Harrah. Ketika Ma'iz dirajam, ia merasakan sakitnya lemparan batu dan tidak tahan hingga ia kabur tunggang langgang. Kemudian ia berpapasan dengan Abdullah bin Unais. Orang-orang yang merajam Ma'iz sudah tidak sanggup lagi melakukannya, maka Abdullah mendorong Ma'iz dengan tulang betis untanya, kemudian ia merajam Ma'iz hingga tewas. Lalu Abdullah mendatangi Nabi SAW dan menceritakan kejadian itu kepada beliau. Maka Rasulullah bersabda, "Mengapa kalian tidak membiarkan (melepaskan)nya, barangkali dia akan bertobat dan Allah pun akan mengampuninya?" Shahih: Tanpa kalimat, "...barangkali ia akan bertobat..." At-Ta'liq Ar-Raghib (3/176), AlIrwa" (2322)

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ قَالَ ذَكَرْتُ لِعَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ قِصَّةَ مَاعِزِ ابْنِ مَالِكٍ فَقَالَ لِي حَدَّثَنِي حَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ حَدَّثَنِي ذَلِكَ مِنْ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَلَّا تَرَكْتُمُوهُ مَنْ شِئْتُمْ مِنْ رِجَالِ أَسْلَمَ مِمَّنْ لَا أَتَّهِمُ قَالَ وَلَمْ أَعْرِفْ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ فَجِئْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فَقُلْتُ إِنَّ رِجَالًا مِنْ أَسْلَمَ يُحَدِّثُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُمْ حِينَ ذَكَرُوا لَهُ جَزَعَ مَاعِزٍ مِنْ الْحِجَارَةِ حِينَ أَصَابَتْهُ أَلَّا تَرَكْتُمُوهُ وَمَا أَعْرِفُ الْحَدِيثَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي أَنَا أَعْلَمُ النَّاسِ بِهَذَا الْحَدِيثِ كُنْتُ فِيمَنْ رَجَمَ الرَّجُلَ إِنَّا لَمَّا خَرَجْنَا بِهِ فَرَجَمْنَاهُ فَوَجَدَ مَسَّ الْحِجَارَةِ صَرَخَ بِنَا يَا قَوْمُ رُدُّونِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ قَوْمِي قَتَلُونِي وَغَرُّونِي مِنْ نَفْسِي وَأَخْبَرُونِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرُ قَاتِلِي فَلَمْ نَنْزَعْ عَنْهُ حَتَّى قَتَلْنَاهُ فَلَمَّا رَجَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخْبَرْنَاهُ قَالَ فَهَلَّا تَرَكْتُمُوهُ وَجِئْتُمُونِي بِهِ لِيَسْتَثْبِتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُ فَأَمَّا لِتَرْكِ حَدٍّ فَلَا قَالَ فَعَرَفْتُ وَجْهَ الْحَدِيثِ

4420. Dari Muhammad bin Ishaq, ia berkata, "Aku telah menceritakan kepada Ashim bin Umar bin Qatadah tentang kisah Ma'iz bin Malik. Maka Ashim berkata kepadaku, 'Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abu Thalib telah mengatakan kepadaku, ia berkata, "Aku telah mendengar cerita itu dari ucapan Rasulullah SAW, 'Mengapa kalian tidak membiarkannya (melepaskannya) saja?' dari kalian kalangan Bani Aslam yang tidak aku kenal. Aku juga tidak mengenal hadits ini.' Lalu aku (Muhammad bin Ishaq) mendatangi Jabir bin Abdullah dan kukatakan kepadanya, 'Sesunggunya banyak lelaki dari kalangan Bani Aslam menuturkan kepadaku bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Mengapa kalian tidak membiarkannya (melepaskannya) saja?' kepada mereka ketika mereka menceritakan tentang kejadian kaburnya Ma'iz lantaran tidak tahan menanggung lemparan batu. Dan aku tidak mengetahui keberadaan hadits itu.' Jabir berkata, 'Wahai keponakanku, aku adalah orang yang paling tahu tentang keberadaan hadits ini, karena aku termasuk salah seorang yang telah merajam Ma'iz. Yakni, ketika kami keluar dan merajam Ma'iz dan ia pun merasakan lemparan batu, maka ia berteriak kepada kami, 'Wahai kaum, pertemukanlah aku kembali kepada Rasulullah SAW! (Akan aku adukan) bahwa kaumku telah berusaha membunuh dan melempariku dan kalian telah mengatakan kepadaku bahwa Rasulullah tidak akan pernah membunuhku.' Namun kami tidak berhenti merajam Ma'iz hingga kami nyaris membunuhnya. Dan ketika kami kembali menemui Rasulullah SAW dan mengabarkan kepada beliau cerita ini, beliau bersabda, 'Mengapa kalian tidak membiarkannya (melepaskannya) saja dan kalian bawa ia menemuiku?' Beliau mengatakan itu dengan tujuan untuk menetapkan keputusan hukum dalam kasus Ma'iz dan bukan untuk meninggalkan hukum had.' Dari situlah maka aku tahu konteks hadits yang sebenarnya." Hasan: Al Irwa' (7/354)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهُ زَنَى فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَأَعَادَ عَلَيْهِ مِرَارًا فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَسَأَلَ قَوْمَهُ أَمَجْنُونٌ هُوَ قَالُوا لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ قَالَ أَفَعَلْتَ بِهَا قَالَ نَعَمْ فَأَمَرَ بِهِ أَنْ يُرْجَمَ فَانْطُلِقَ بِهِ فَرُجِمَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ

4421. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Ma'iz bin Malik telah datang kepada Nabi SAW dan mengatakan bahwa ia telah melakukan zina, tetapi kemudian Nabi SAW berpaling darinya (tidak menanggapi) hingga Ma'iz terus mengulangnya tetapi Nabi SAW tetap tidak menanggapinya, bahkan Nabi SAW bertanya kepada kaumnya, "Apakah dia gila? " Mereka menjawab, "Dia tidak apa-apa (ia tidak gila)." Lalu Nabi SAW bertanya, "Apakah kamu benar-benar telah melakukannya?" Ma'iz menjawab, "Benar." Maka beliau memerintahkan agar ia dirajam. Lalu rajam pun dilaksanakan (hingga Ma'iz meninggal dunia) dan Nabi SAW enggan menyalatinya. Shahih sanadnya: Muslim secara ringkas. Hadits ini akan dipaparkan lebih lanjut pada hadits no. 4425.

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ رَأَيْتُ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ حِينَ جِيءَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا قَصِيرًا أَعْضَلَ لَيْسَ عَلَيْهِ رِدَاءٌ فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ أَنَّهُ قَدْ زَنَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَعَلَّكَ قَبَّلْتَهَا قَالَ لَا وَاللَّهِ إِنَّهُ قَدْ زَنَى الْآخِرُ قَالَ فَرَجَمَهُ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ أَلَا كُلَّمَا نَفَرْنَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَلَفَ أَحَدُهُمْ لَهُ نَبِيبٌ كَنَبِيبِ التَّيْسِ يَمْنَحُ إِحْدَاهُنَّ الْكُثْبَةَ أَمَا إِنَّ اللَّهَ إِنْ يُمَكِّنِّي مِنْ أَحَدٍ مِنْهُمْ إِلَّا نَكَلْتُهُ عَنْهُنَّ

4422. Dari Jabir bin Samurah, ia berkata, "Aku melihat Ma'iz ketika ia datang kepada Nabi SAW. Ia adalah lelaki pendek, tidak bodoh, dan tidak mengenakan selendang. Ia bersaksi atas namanya sendiri empat kali bahwa ia telah berzina. Maka Rasulullah SAW bertanya, 'Barangkali kamu baru sekedar mencium wanita itu?' Ma'iz menjawab, 'Tidak, demi Allah.' Ma'iz justru mengatakan bahwa ia telah melakukan lebih dari itu (benar-benar berzina). Maka Rasulullah merajamnya lalu berpidato dan bersabda, 'Ketahuilah, bahwa ketika kita tengah pergi berperang di jalan Allah, ada seorang lelaki di antara mereka (yang dipercaya untuk menjaga keluarga) yang suka mendesah layaknya desahan kambing bandot, ia memberi salah seorang istri (yang ditinggal suaminya berperang) sesuatu (susu yang sedikit) (Maknanya: lelaki itu menipu dan berbuat serong dengan wanita tersebut). Sesungguhnya, demi Allah, jika aku dapat menangkapnya, tentu akan kudera dengan hukuman (dengan rajam atau jilid)'."Shahih: Al Irwa (7/354-355): Muslim.

جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَالْأَوَّلُ أَتَمُّ قَالَ فَرَدَّهُ مَرَّتَيْنِ قَالَ سِمَاكٌ فَحَدَّثْتُ بِهِ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ فَقَالَ إِنَّهُ رَدَّهُ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ

4423. Dari Jabir bin Samurah... dengan hadits yang sama (hadits pertama lebih sempurna), ia berkata, "Ma'iz mengulangi ucapannya dua kali." Simak (sang perawi) berkata, "Dengan hadits itu aku mengabarkannya kepada Sa'id bin Jubair, maka ia berkata, 'Ma'iz mengulang-ulang ucapannya sebanyak empat kali'." Shahih: Muslim.

خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ قَالَ شُعْبَةُ فَسَأَلْتُ سِمَاكًا عَنْ الْكُثْبَةِ فَقَالَ اللَّبَنُ الْقَلِيلُ

4424. Dari Khalid bin Khalid (Abdurrahman), ia berkata, "Syu'bah berkata, 'Aku pernah bertanya kepada Simak tentang makna kutsbah, ia pun menjawab bahwa artinya adalah susu yang sedikit." Shahih hadits maqthu' (sanadnya terputus).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ أَحَقٌّ مَا بَلَغَنِي عَنْكَ قَالَ وَمَا بَلَغَكَ عَنِّي قَالَ بَلَغَنِي عَنْكَ أَنَّكَ وَقَعْتَ عَلَى جَارِيَةِ بَنِي فُلَانٍ قَالَ نَعَمْ فَشَهِدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ

4425. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda kepada Ma'iz bin Malik, 'Apakah benar berita yang telah sampai kepadaku tentang dirimu?' Ma'iz balik bertanya, 'Apa yang engkau dengar tentang diriku (wahai Rasulullah)?' Beliau menjawab, 'Aku telah mendengar bahwa kamu benar-benar telah berzina dengan seorang hamba sahaya perempuan dari Bani Fulan.' Ma'iz menjawab, "Ya." Kemudian ia bersaksi dengan empat kali sumpah. Maka Rasulullah memerintahkan untuk membawa Ma'iz dan merajamnya. Shahih: Al Irwa' (7/355): Muslim.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا مَرَّتَيْنِ فَطَرَدَهُ ثُمَّ جَاءَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا مَرَّتَيْنِ فَقَالَ شَهِدْتَ عَلَى نَفْسِكَ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ اذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ

4426. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Ma'iz bin Malik pernah datang kepada Nabi SAW dan mengakui bahwa ia telah berzina. Ia mengatakannya sebanyak dua kali. Tetapi beliau tidak menanggapinya. Kemudian Ma'iz datang lagi kepada Nabi SAW dan mengaku bahwa ia telah berzina (ia mengatakannya dua kali). Maka Nabi SAW bersabda, 'Kamu telah bersaksi tentang itu sebanyak empat kali, maka (wahai orang-orang) tangkaplah ia dan rajamlah ia'." Shahih: Muslim dan perawi lainnya.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ لَعَلَّكَ قَبَّلْتَ أَوْ غَمَزْتَ أَوْ نَظَرْتَ قَالَ لَا قَالَ أَفَنِكْتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَعِنْدَ ذَلِكَ أَمَرَ بِرَجْمِهِ

4427. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi SAW bersabda kepada Ma'iz bin Malik, "Mungkin kamu baru sekedar mencium, meraba atau meliriknya? " Ma'iz menjawab, "Tidak." Rasulullah bertanya lagi, "Apakah kamu telah menggauli wanita itu?" Ma'iz menjawab, "Ya." Karena jawaban itu maka, Rasulullah memerintahkannya untuk dirajam. Shahih: Al Irwa (7/355)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ اعْتَرَفَ فَأَعْرَضَ عَنْهُ حَتَّى شَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبِكَ جُنُونٌ قَالَ لَا قَالَ أُحْصِنْتَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَ فِي الْمُصَلَّى فَلَمَّا أَذَلَقَتْهُ الْحِجَارَةُ فَرَّ فَأُدْرِكَ فَرُجِمَ حَتَّى مَاتَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرًا وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ

4430. Dari Jabir bin Abdullah RA, bahwa seorang lelaki dari Bani Aslam telah datang kepada Rasulullah dan mengaku telah berzina, namun Rasulullah tidak menanggapinya. Kemudian lelaki itu kembali mengaku, tetapi tetap tidak ditanggapi oleh beliau. Hingga lelaki itu bersaksi atas dirinya sebanyak empat kali. Maka barulah Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mengidap penyakit gila?" Lelaki itu menjawab, "Tidak." Rasulullah kembali bertanya, "Apakah kamu telah menikah?" Lelaki itu menjawab, "Ya (sudah)." Maka Rasulullah memerintahkan agar lelaki itu ditangkap dan dirajam di tanah lapang tempat shalat. Ketika lelaki itu merasakan lemparan batu, ia pun kabur, tetapi kemudian ia tertangkap lagi, dan kembali dirajam hingga mati. Kemudian Nabi SAW berkata-kata tentang lelaki ini dengan perkataan yang baik, namun beliau enggan menyalatinya. Shahih: Al Irwa' (7/353): Muttafaq Alaih hanya saja Bukhari menuliskan dengan redaksi akhir, "washalla 'alaih," (dan beliau menyalatinya) yang merupakan hadits dengan redaksi yang syadz (diragukan).

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ لَمَّا أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجْمِ مَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ خَرَجْنَا بِهِ إِلَى الْبَقِيعِ فَوَاللَّهِ مَا أَوْثَقْنَاهُ وَلَا حَفَرْنَا لَهُ وَلَكِنَّهُ قَامَ لَنَا قَالَ أَبُو كَامِلٍ قَالَ فَرَمَيْنَاهُ بِالْعِظَامِ وَالْمَدَرِ وَالْخَزَفِ فَاشْتَدَّ وَاشْتَدَدْنَا خَلْفَهُ حَتَّى أَتَى عَرْضَ الْحَرَّةِ فَانْتَصَبَ لَنَا فَرَمَيْنَاهُ بِجَلَامِيدِ الْحَرَّةِ حَتَّى سَكَتَ قَالَ فَمَا اسْتَغْفَرَ لَهُ وَلَا سَبَّهُ

4431. Dari Abu Sa'id, ia berkata, "Ketika Rasulullah SAW memerintahkan untuk merajam Ma'iz bin Malik, maka kami bergegas keluar dan pergi menuju Baqi'. Demi Allah kami tidak mengikat atau menguburnya, tetapi ia berdiri sejajar dengan kami. Maka kemudian kami lempari ia dengan tulang belulang, tanah liat dan pecahan barang-barang keramik lalu ia kabur dan kami pun mengejamya hingga sampai di pinggir daerah Al Harrah, dan kami dapat menangkapnya lalu kami lempari ia dengan batu-batu besar yang ada di daerah tersebut hingga mati. Tidak ada orang yang beristighfar untuknya, dan tidak ada pula orang yang mencaci makinya. Shahih: Al Irwa (7/355-356): Muslim

عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنْكَهَ مَاعِزًا

4433. Dari Buraidah, bahwa Nabi SAW membaui mulut Ma'iz (barangkali tercium bau khamer). Shahih: Al Irwa' (7/355-356): Muslim

أَنَّ اللَّجْلَاجَ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ كَانَ قَاعِدًا يَعْتَمِلُ فِي السُّوقِ فَمَرَّتْ امْرَأَةٌ تَحْمِلُ صَبِيًّا فَثَارَ النَّاسُ مَعَهَا وَثُرْتُ فِيمَنْ ثَارَ فَانْتَهَيْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ مَنْ أَبُو هَذَا مَعَكِ فَسَكَتَتْ فَقَالَ شَابٌّ حَذْوَهَا أَنَا أَبُوهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَقْبَلَ عَلَيْهَا فَقَالَ مَنْ أَبُو هَذَا مَعَكِ قَالَ الْفَتَى أَنَا أَبُوهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَعْضِ مَنْ حَوْلَهُ يَسْأَلُهُمْ عَنْهُ فَقَالُوا مَا عَلِمْنَا إِلَّا خَيْرًا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْصَنْتَ قَالَ نَعَمْ فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ قَالَ فَخَرَجْنَا بِهِ فَحَفَرْنَا لَهُ حَتَّى أَمْكَنَّا ثُمَّ رَمَيْنَاهُ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى هَدَأَ فَجَاءَ رَجُلٌ يَسْأَلُ عَنْ الْمَرْجُومِ فَانْطَلَقْنَا بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا هَذَا جَاءَ يَسْأَلُ عَنْ الْخَبِيثِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُوَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ فَإِذَا هُوَ أَبُوهُ فَأَعَنَّاهُ عَلَى غُسْلِهِ وَتَكْفِينِهِ وَدَفْنِهِ وَمَا أَدْرِي قَالَ وَالصَّلَاةِ عَلَيْهِ أَمْ لَا

4435. Dari Al-Lajlaj, "Ketika tengah asik bekerja sendiri di pasar, maka lewatlah seorang wanita yang tengah menggendong seorang bayi. Lalu banyak orang mencaci wanita tersebut dan akupun ikut mencaci orang yang mereka caci itu. Lalu aku ajukan masalah ini kepada Nabi SAW dan beliau bertanya, 'Siapakah bapak dari bayi yang bersamamu ini?' Wanita itu hanya diam, tetapi kemudian seorang pemuda yang berada di depan wanita itu menjawab, 'Aku adalah bapaknya, wahai Rasulullah.' Nabi SAW berpaling kepada wanita itu dan bertanya, 'Siapakah bapak dari bayi yang bersamamu ini?' Pemuda itu menjawab lagi, "Akulah bapaknya, wahai Rasulullah." Lalu Rasulullah melihat kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya dan bertanya tentang pemuda itu. Mereka menjawab, "Kami mengenalnya sebagai pemuda baik-baik." Maka Nabi SAW bertanya kepada pemuda itu, "Apakah kamu sudah pernah menikah? " Ia menjawab, "Ya, (sudah)." Maka kemudian Rasulullah memerintah nya untuk dirajam. Lalu kami keluar (untuk mengeksekusinya), kami gali sebuah lubang untuknya dan kami menempatkannya di sana lalu kami lempari ia dengan bebatuan hingga ia diam (tidak bergerak lagi). Setelah itu datang seorang lelaki menanyakan tentang orang yang dirajam itu, lalu kami membawanya kepada Nabi SAW, kami berkata kepada Rasulullah, "Lelaki ini telah datang dan bertanya-tanya soal lelaki buruk itu (yang telah mati dirajam), maka Rasulullah bersabda, "Lelaki itu (yang sudah menjadi mayat) memiliki aroma yang lebih wangi dari minyak misk di sisi Allah." Ternyata lelaki yang baru datang itu adalah bapak sesungguhnya dari bayi wanita tersebut. Maka kami segera membantunya untuk memandikan, mengkafani dan mengebumikan mayit lelaki yang telah dirajam tersebut. Aku tidak tahu apakah ia dishalati atau tidak." Hasan sanadnya.

عَنْ خَالِدِ بْنِ اللَّجْلَاجِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعْضِ هَذَا الْحَدِيثِ

4436. Dari Al-Lajlaj, dari Nabi SAW...dengan mengutip beberapa bagian dari hadits di atas. Hasan sanadnya.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا أَتَاهُ فَأَقَرَّ عِنْدَهُ أَنَّهُ زَنَى بِامْرَأَةٍ سَمَّاهَا لَهُ فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَرْأَةِ فَسَأَلَهَا عَنْ ذَلِكَ فَأَنْكَرَتْ أَنْ تَكُونَ زَنَتْ فَجَلَدَهُ الْحَدَّ وَتَرَكَهَا

4437. Dari Sahl bin Sa'd, dari Nabi SAW, bahwa seorang lelaki telah mendatanginya dan menyatakan kepada beliau bahwa ia telah berzina dengan seorang wanita yang ia sebutkan namanya. Maka Rasulullah SAW mengutus untuk memanggil wanita tersebut lalu bertanya kepadanya tentang kebenaran pengakuan lelaki itu. Tetapi si wanita mengingkari bahwa ia telah berzina, maka Rasulullah mendera lelaki itu dengan cambuk dan membiarkan si wanita. Shahih.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 23. Hukum Rajam



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ { وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا } وَذَكَرَ الرَّجُلَ بَعْدَ الْمَرْأَةِ ثُمَّ جَمَعَهُمَا فَقَالَ { وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا } فَنَسَحَ ذَلِكَ بِآيَةِ الْجَلْدِ فَقَالَ { الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ }

4413. Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata, "Firman Allah, 'Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.' (Qs. An-Nisaa" [4]: 15) dalam ayat tersebut sosok laki-laki disebutkan setelah perempuan. Kemudian keduanya digabungkan. Dan firman Allah SWT, 'Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. " (Qs. An-Nisaa" [4]: 16), ayat ini mansukh dengan ayat tentang cambuk: Firman Allah SWT, 'Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera...' (Qs. An-Nuur [24]: 2) Hasan sanad-nya.

عَنْ مُجِاهِدٍ قَالَ السَّبِيلُ الْحَدُّ قَالَ سُفْيَانُ { فَآذُوهُمَا } الْبِكْرَانِ { فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ } الثَّيِّبَاتُ

4414. Dari Mujahid, ia berkata, "Kata, 'As-Sabiil berarti 'had'." Sufyan berkata, "Firman Allah SWT, "...maka berilah hukuman kepada keduanya..." (Qs. An-Nisaa [4]: 16) maksudnya adalah yang masih lajang (perawan dan perjaka). Dan firman Allah SWT, "...maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah..." (Qs. An-Nisaa [4]: 15) maksudnya adalah para janda. Hasan maqthu' (sanadnya terputus).

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَرَمْيٌ بِالْحِجَارَةِ وَالْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ

4415. Dari 'Ubadah bin Shamit, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ambillah dariku, ambillah dariku. Allah telah menjadikan bagi para perempuan had: janda dan duda (muhshan) yang berzina harus dicambuk seratus kali dan dilempari dengan batu (rajam), perawan dengan perjaka yang berzina harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun'. " Shahih: Muslim.

بِإِسْنَادِ يَحْيَى وَمَعْنَاهُ قَالَ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

4416. Dari 'Ubadah bin Shamit ... Ia berkata, "Rasulullah bersabda, 'Cambuk seratus kali dan rajam'. " Shahih.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ عُمَرَ يَعْنِي ابْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ فِيمَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا مِنْ بَعْدِهِ وَإِنِّي خَشِيتُ إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ الزَّمَانُ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ مَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ أَنْزَلَهَا اللَّهُ تَعَالَى فَالرَّجْمُ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا كَانَ مُحْصَنًا إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ حَمْلٌ أَوْ اعْتِرَافٌ وَايْمُ اللَّهِ لَوْلَا أَنْ يَقُولَ النَّاسُ زَادَ عُمَرُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَكَتَبْتُهَا

4418. Dari Abdullah Ibnu 'Abbas, bahwa Umar bin Khaththab RA telah berpidato seraya berkata, "Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad SAW dengan kebenaran dan menurunkan kepadanya Al Quran yang di dalamnya diturunkan ayat tentang rajam. Lalu kami baca dan menelitinya, dan Rasulullah menerapkan hukum rajam dan kami pun memberlakukannya setelah beliau. Aku khawatir ketika zaman terus berlalu, ada seseorang berkata, 'Kami sama sekali tidak mendapati ayat tentang rajam di dalam Al Qur'an', maka kemudian orang-orang pun akan menjadi sesat dengan meninggalkan sebuah kewajiban yang telah disyariatkan Allah. Maka hukum rajam adalah sebuah kebenaran untuk diterapkan kepada pelaku zina dari laki-laki dan perempuan, orang yang sudah menikah (muhshan), orang yang sudah memiliki ikatan perjanjian, orang yang hamil, atau orang yang telah mengaku dirinya telah berzina. Demi Allah, jika bukan karena ada seseorang yang akan mengatakan bahwa 'Umar telah menambah sesuatu di dalam kitab Allah SWT!' niscaya aku akan menuliskan (membukukan) Al Qur'an." Shahih: Muttafaq 'Alaih.

22 xxxx


21 xxx


Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab HUDUD 20. Hukuman bagi Pencuri yang Gemar Mencuri (Mencuri Berulang-ulang)



عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ جِيءَ بِسَارِقٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اقْتُلُوهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا سَرَقَ فَقَالَ اقْطَعُوهُ قَالَ فَقُطِعَ ثُمَّ جِيءَ بِهِ الثَّانِيَةَ فَقَالَ اقْتُلُوهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا سَرَقَ فَقَالَ اقْطَعُوهُ قَالَ فَقُطِعَ ثُمَّ جِيءَ بِهِ الثَّالِثَةَ فَقَالَ اقْتُلُوهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا سَرَقَ فَقَالَ اقْطَعُوهُ ثُمَّ أُتِيَ بِهِ الرَّابِعَةَ فَقَالَ اقْتُلُوهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا سَرَقَ قَالَ اقْطَعُوهُ فَأُتِيَ بِهِ الْخَامِسَةَ فَقَالَ اقْتُلُوهُ قَالَ جَابِرٌ فَانْطَلَقْنَا بِهِ فَقَتَلْنَاهُ ثُمَّ اجْتَرَرْنَاهُ فَأَلْقَيْنَاهُ فِي بِئْرٍ وَرَمَيْنَا عَلَيْهِ الْحِجَارَةَ

4410. Dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata, "Rasulullah pernah didatangkan seorang pencuri, beliau lantas berkata, 'Bunuhlah ia!' Orang-orang berkata, 'Wahai Rasulullah, ia hanya mencuri.' Rasulullah bersabda, 'Potonglah tangannya.' Maka dipotonglah tangan pencuri itu. Lalu beliau didatangkan dengan pencuri yang sama untuk kedua kalinya, beliau lantas berkata, 'Bunuhlah ia!' Orang-orang berkata, 'Wahai Rasulullah, dia hanya mencuri.' Rasulullah bersabda, 'Potonglah tangannya.' Maka dipotonglah tangan pencuri itu. Pencuri itu kembali didatangkan untuk ketiga kalinya, beliau lantas berkata, 'Bunuhlah ia!' Orang-orang berkata, 'Wahai Rasulullah, dia hanya mencuri.' Rasulullah bersabda, 'Potonglah ia (tangannya).' Kemudian didatangkan kembali kepada beliau —untuk keempat kalinya— pencuri yang sama, beliau lantas berkata, 'Bunuhlah ia!' Orang-orang berkata, 'Wahai Rasulullah, dia hanya mencuri.' Rasulullah bersabda, 'Potonglah ia.' Dan ketika didatangkan untuk kelima kalinya, beliau lantas berkata, 'Bunuhlah ia!' Jabir berkata, 'Maka kami segera membunuhnya, kemudian kami menyeretnya pelan-pelan dan melemparkan mayatnya ke dalam sumur (lubang), lalu kami melemparinya dengan bebatuan. Hasan.